BORNEONEWS, Sampit – Kemunculan beruang di kawasan permukiman warga Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dilaporkan tidak lagi terlihat setelah petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit memasang perangkap satwa liar tersebut.
"Informasi dari warga yang kami temui saat pergantian umpan, setelah pemasangan perangkap, beruang sudah tidak muncul lagi," ujar Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah SKW II Pos Sampit, Muriansyah, Kamis, 22 Januari 2026.
Ia menjelaskan, pemasangan perangkap dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan warga yang sebelumnya melihat seekor beruang melintas di sekitar permukiman selama dua hari berturut-turut. Laporan tersebut diterima pada pertengahan Januari 2026.
"Setelah hari kedua kemunculan beruang, kami langsung melakukan pemasangan perangkap pada 14 Januari 2026," imbuhnya.
Dirinya kemudian melakukan pengecekan perangkap pada Senin, 19 Januari 2026. Saat diperiksa, pintu perangkap dalam kondisi tertutup, namun tidak terdapat satwa di dalamnya.
"Awalnya kami menggunakan umpan durian, kemudian diganti dengan buah nanas. Nanas disebar di bagian depan perangkap agar beruang mengikuti jejak hingga ke pintu, dan satu buah nanas kami letakkan di dalam perangkap," katanya.
Sejak pemasangan perangkap, petugas secara rutin melakukan pemantauan kondisi perangkap setiap hari. Pihaknya berencana tetap memasang perangkap selama sekitar dua minggu ke depan, atau disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.
Warga diimbau tetap waspada dan segera melapor kepada petugas apabila kembali melihat kemunculan satwa liar di sekitar permukiman. (DEWI PATMALASARI/H)









