PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kelurahan Kalampangan melakukan kegiatan fogging secara menyeluruh di sekitar pemukiman warga. Kegiatan yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) ini dilakukan mengingat kondisi daerah yang mulai menunjukkan kasus penularan penyakit tersebut.

Lurah Kalampangan, Yunita Martina, mengkonfirmasi bahwa saat ini terdapat sebanyak 8 orang warga yang terkena DBD.

Menurutnya, angka tersebut menjadi perhatian serius bagi pemerintah kelurahan sehingga perlu segera dilakukan upaya preventif untuk mencegah peningkatan jumlah kasus lebih lanjut.

"Kegiatan fogging ini merupakan bagian dari langkah cepat yang kami lakukan untuk membasmi sarang nyamuk pembawa virus DBD," jelasnya, Rabu, 28 Januari 2026.

Proses fogging dilakukan di berbagai titik rawan penumpukan air dan berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, seperti sekitar rumah warga, komplek perumahan, tempat penampungan air umum, serta area sekitar fasilitas publik.

Tim yang menangani kegiatan ini juga melakukan pemeriksaan terhadap potensi sarang nyamuk di beberapa lokasi untuk memastikan upaya pencegahan berjalan efektif.

Selain fogging, Yunita Martina juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan aktif berpartisipasi dalam upaya pencegahan DBD melalui gerakan 3M Plus.

Gerakan tersebut meliputi menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat semua wadah yang dapat menampung air hujan, mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang tidak terpakai, serta menggunakan lotion anti nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan secara menyeluruh.

Lurah juga mengingatkan masyarakat untuk mengenali gejala awal DBD agar dapat segera mencari pertolongan medis.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi yang tidak kunjung turun, nyeri otot dan sendi, muntah-muntah, munculnya ruam pada kulit, rasa lemas yang ekstrem, serta tanda-tanda pendarahan seperti mimisan atau perdarahan pada gusi.

"Kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama antara pemerintah kelurahan dan seluruh warga, kita dapat meminimalisir risiko penyebaran DBD dan menciptakan lingkungan yang sehat serta aman bagi semua," pungkas Yunita Martina. (PATHUR/H)