BORNEONEWS, Pulang Pisau -- Warga Desa Anjir Pulang Pisau Kecamatan Kahayan Hilir, jalan Lintas Kalimantan dibuat heboh oleh hilangnya Nurhalisa, 18, pada saat menjaga kios. Keluarga Nurhalisa menduga korban diculik.

Pasalnya, saat diketahui sekitar pukul 08.30 WIB,  korban sudah tidak ada di dalam kios. Dan kios dalam kondisi berantakan, uang Rp500 ribu, cincin, emas sekitar 15 gram sudah tidak ada.

Sementara di dalam kios ditemukan bercak darah segar.

Keberadan korban hingga saat ini masih belum jelas. Hidayat, 62, kakek korban mengatakan dari informasi warga sekitar, korban diduga menjadi korban penculikan.

"Nurhalisa diduga diculik dan dari warga sekitar kios ada yang melihat dua orang menggunakan mobil di depan kios," kata Hidayat. 

Ada juga yang mengatakan ada sepeda motor juga yang berhenti depan kios sebelum Nurhalisa hilang. Sementara korban saat beberapa kali dihubungi lewat ponsel, ponsel  korban tidak aktif. Demikian juga dihubungi sejumlah keluarga dan teman korban tidak ada yang mengetahui keberadaan korban.

Nurhalisa tercatat kuliah di kampus IV Universitas Muhamadiyah Palangka Raya (UMP) di Pulang Pisau. Korban berdomisili di km 5,  Desa Anjir Kalampan, Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas.

"Kalau tidak kuliah, ia  sehari-hari menjaga Kios Billa milik tantenya di jalan Lintas Kalimantan km 10 Anjir,  Pulpis," kata Hidayat.

Lokasi TKP sudah diamankan oleh pihak kepolisian. Tampak Wakapolres Pulang Pisau Kompol M Zainur Rofik dan Kapolsek Kahayan Hilir Ipda Sugiharso mendatangi lokasi kejadian. Kepada awak media pihak kepolisian masih belum bersedia memberikan keterangan. (JAMES DONNY/*)