BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Lembaga riset asal Malaysia, MIDF Amanah Investment Bank Bhd (MIDF Research), telah menaikkan asumsi harga rata-rata minyak sawit mentah (CPO) untuk 2017 menjadi RM2.725 (Rp8,15 juta) per metrik ton (MT) dari RM2.450 (Rp7,32 juta) per MT.
Dalam laporan terbarunya yang dilansir The Borneo Post, MIDF Research yakin harga CPO akan meningkat tahun depan berkat menguatnya dolar AS. Selain itu, pada kuartal I-2017, stok minyak sawit akan menurun dan meningkatnya permintaan biofuel di Amerika Serikat juga akan mendongkrak harga CPO.
Lebih jauh MIDF Research menjelaskan bahwa harga CPO akan terus diuntungkan dengan menguatnya dolar AS, yang membuat harga CPO akan lebih bersaing dibandingkan dengan minyak kedelai yang diharga dengan mata uang dolar AS.
“Dengan menguatnya dolar AS akan meningkatkan permintaan terhadap CPO, karena komoditas ini akan lebih murah bagi konsumen untuk menggunakan minyak sawit daripada minyak kedelai,” tulis MIDF Research.
Selain itu, lembaga riset ini juga percaya cadangan minyak sawit Malaysia akan menurun tajam di bawah level kritis 1,5 juta MT hingga kuartal I-2017.
Tak hanya itu, MIDF Research juga menyebutkan bahwa dampak El Nino terhadap produksi kelapa sawit masih tetap membayangi, sehingga diharapkan pemulihan produksi baru akan terjadi pada kuartal II-2017.
Ditambah dengan siklus rendah musiman pada kuartal pertama tahun depan, lembaga riset ini meyakini produksi CPO masih belum sanggup mencukupi kebutuhan.
Dengan demikian, cadangan minyak sawit diproyeksikan akan turun ke kisaran 1,45 juta hingga 1,50 juta MT hingga akhir Februari 2017. (NEDELYA RAMADHANI/m)








