BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Baginda Siagian menilai workshop pengembangan kurikulum sawit berbasis SKKNI sebagai langkah strategis memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan industri.
"Kurikulum berbasis kompetensi akan melahirkan tenaga kerja perkebunan yang siap pakai," kata Baginda Siagian dalam rilis BPDP pada Senin, 2 Februari 2026.
Penilaian tersebut disampaikan Baginda Siagian saat menghadiri Workshop Pengembangan Kurikulum Pendidikan Tinggi Sawit Berbasis SKKNI yang digelar BPDP di Yogyakarta.
"Kegiatan ini menjadi ruang temu antara dunia pendidikan dan pelaku industri," katanya.
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP Mohammad Alfansyah menegaskan, pengembangan SDM menjadi kunci peningkatan produktivitas dan keberlanjutan industri sawit. Ia menekankan pentingnya kurikulum berbasis kompetensi agar lulusan memiliki daya saing.
Workshop diikuti 86 peserta dari 37 perguruan tinggi, melibatkan akademisi, praktisi industri, asosiasi pendidikan, serta pemangku kebijakan. Kegiatan diselenggarakan BPDP bersama ALPENBUN.
Diskusi dilakukan secara tematik dalam empat bidang, yaitu kebun atau agronomi, pabrik atau pengolahan, manajemen, serta teknologi dan informasi. Peserta memetakan unit kompetensi SKKNI ke dalam mata kuliah dan capaian pembelajaran lulusan.
BPDP menargetkan tersusunnya kerangka kurikulum terstandar yang dapat diadopsi bersama oleh perguruan tinggi. Diharapkan, implementasi konsisten mampu menghasilkan lulusan tersertifikasi yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan produktivitas sektor perkebunan. (TESTI PRISCILLA/y)









