SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Warga bantaran Sungai Tabuk, Kelurahan Kota Besi Hulu, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dibuat resah setelah kemunculan seekor buaya di sekitar permukiman.

Penampakan reptil tersebut sontak menyita perhatian masyarakat. Selama ini, Sungai Tabuk yang terhubung langsung dengan aliran Sungai Mentaya menjadi urat nadi aktivitas harian warga, mulai dari mandi, mencuci, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Namun, kehadiran buaya di dekat rumah penduduk memicu kekhawatiran serius, terutama bagi anak-anak dan warga yang kerap beraktivitas di air. Situasi ini membuat sebagian warga memilih menjauhi sungai demi menghindari risiko serangan.

"Buaya terlihat timbul di belakang rumah warga di Sungai Tabuk, Kota Besi Hulu. Jumat, 13 Februari 2025, sekitar pukul 07.36 WIB," kata Kepala BKSDA Pos Sampit Muriansyah, Minggu, 15 Februari 2026.

Menindaklanjuti kejadian itu, warga diimbau untuk sementara mengurangi aktivitas di sungai, khususnya mandi dan berenang yang berisiko tinggi. Masyarakat juga diminta saling mengingatkan agar tidak ada korban akibat kelalaian.

Selain itu, apabila kembali terlihat kemunculan buaya, warga diminta segera melapor ke aparat desa atau pihak berwenang agar dapat segera ditangani.

"Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami berharap warga tetap waspada dan tidak memaksakan diri beraktivitas di sungai," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)