SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit memasang spanduk imbauan dan peringatan di kawasan bantaran Sungai Tabuk, Kelurahan Kota Besi Hulu, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Langkah ini dilakukan menyusul laporan warga terkait kemunculan seekor buaya berukuran besar di sekitar permukiman.

"Ukuran buaya cukup besar. Warga merasa khawatir karena anak-anak sering mandi di lanting yang berada di sungai," kata Kepala BKSDA Pos Sampit Muriansyah, Minggu, 15 Februari 2026.

Dirinya telah melakukan pengecekan lapangan pada Sabtu, 14 Februari 2026, setelah satwa liar tersebut. 

Berdasarkan keterangan salah satu warga, Ruminah, buaya berukuran besar terlihat pada Jumat pagi, 13 Februari 2026, tidak jauh dari kediamannya. Tepatnya di belakang rumahnya di Jalan Iskandar, RT 06 RW 04. Buaya diketahui muncul di perairan yang selama ini digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas harian.

Sebagai langkah antisipasi, petugas BKSDA memasang empat spanduk peringatan di sejumlah titik strategis di Kelurahan Kota Besi Hulu. Spanduk tersebut berisi pesan bahaya serta ajakan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai.

Selain pemasangan spanduk, BKSDA juga memberikan sosialisasi langsung kepada warga bantaran Sungai Tabuk. Masyarakat diimbau untuk sementara mengurangi aktivitas di air, khususnya mandi dan berenang, demi meminimalkan risiko serangan buaya.

Muriansyah menjelaskan, kemunculan buaya di dekat permukiman diduga dipengaruhi beberapa faktor, seperti berkurangnya pakan alami, perubahan habitat, serta meningkatnya aktivitas manusia di sungai.

"Kami mengingatkan warga agar selalu berhati-hati dan saling mengingatkan satu sama lain. Jika kembali melihat buaya, segera laporkan ke aparat desa atau pihak berwenang agar bisa segera ditangani," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)