SERUYAN –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Satuan perangkat daerah terkait, diminta untuk melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok masyarakat secara rutin, dalam rangka mengantisipasi adanya lonjakan harga saat bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1447 hijriah.

Hal itu disampaikan Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda dalam sambutan tertulis disampaikan Wakil Bupati Seruyan, Supian, pada pembukaan Pasar Ramadan 1447 Hijriah, Kamis 19 Februari 2026.

Bupati Seruyan  menegaskan pentingnya menjaga stabilitas perekonomian daerah, khususnya selama bulan suci Ramadan agar daya beli masyarakat terjaga.

“Saya meminta agar kondisi harga bahan pokok, ketersediaan stok pangan, serta kelancaran distribusi barang kebutuhan masyarakat terus dimonitor secara intensif, “ ujarnya.

Dikatakan, kondisi perekonomian di daerah agar selalu dimonitor. Terus dipantau perkembangan harga, stok pangan, dan kelancaran distribusinya, terutama pada bulan suci Ramadan

Menurutnya, apabila harga barang kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan yang berpotensi memberatkan masyarakat, maka pemerintah daerah harus segera mengambil langkah cepat dan terukur.

Langkah tersebut diantaranya dengan  menggelar operasi pasar, pasar murah bersubsidi, maupun pasar penyeimbang guna menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.

“Apabila harga kebutuhan pokok mulai naik dan memberatkan warga, saya perintahkan dinas teknis segera mengambil langkah, seperti operasi pasar, pasar murah bersubsidi, atau pasar penyeimbang,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga menghimbau agar perusahaan-perusahaan besar swasta yang beroperasi di Kabupaten Seruyan turut berperan aktif dalam membantu masyarakat.

Bentuk kepedulian tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui dukungan terhadap program pasar murah maupun langkah lain yang dapat meringankan beban ekonomi warga.

“Kami harapkan langkah seperti ini juga dapat diikuti dan ditindaklanjuti oleh perusahaan besar swasta yang ada di Kabupaten Seruyan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat sekitar,” tambahnya.

Langkah tersebut, lanjutnya, sejalan dengan program pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi daerah, sehingga kondisi ekonomi di Kabupaten Seruyan tetap terkendali selama Ramadan. (FAHRUL/H)