TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, sebanyak 11 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur mengikuti kegiatan tadarusan Al-Qur’an yang dilaksanakan setiap malam seusai salat tarawih. 

Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, menjelaskan bahwa program ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian berbasis spiritual yang rutin digelar selama Ramadan.

"Kegiatan dipusatkan di Masjid Al-Akbar Rutan dan diawali dengan salat isya serta tarawih berjamaah yang dipimpin ustadz dari Kantor Kementerian Agama Barito Timur," terangnya, Jumat, 20 Februari 2026.

Seluruh rangkaian ibadah berlangsung khidmat dalam suasana aman dan tertib dengan pengawasan petugas.

Sebelas WBP yang mengikuti tadarusan dipilih melalui sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) berdasarkan penilaian kedisiplinan dan perkembangan pembinaan. 

Mereka membaca Al-Qur’an secara bergiliran dengan target khatam selama bulan Ramadan.

Agung menambahkan, kegiatan tadarusan setiap malam merupakan momentum penting untuk memperkuat pembinaan rohani warga binaan. 

“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah. Kami berharap melalui tadarusan ini para WBP semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan memiliki tekad kuat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Karutan menegaskan bahwa pembinaan spiritual merupakan bagian integral dari sistem pemasyarakatan yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek keamanan tetapi juga perubahan perilaku.

“Kami ingin Ramadan di Rutan ini benar-benar memberi dampak positif bagi warga binaan. Kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap malam selama bulan suci,” tegasnya.

Pengawasan kegiatan dilakukan oleh regu pengamanan yang bertugas bersama jajaran staf sesuai jadwal yang berlaku. Langkah tersebut untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban.

Melalui program tadarusan Ramadan ini, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terus mendorong penguatan pembinaan kerohanian sebagai upaya membentuk warga binaan yang lebih religius, disiplin dan siap kembali ke tengah masyarakat. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)