SERUYAN –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Kelangkaan LPG 3 Kg bersubsidi di wilayah Kabupaten Seruyan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan, terutama di momen bulan suci Ramadan saat kebutuhan masyarakat meningkat.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, Bahrun Abbas, menjelaskan bahwa kelangkaan tersebut dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah gangguan teknis pada Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang melayani distribusi untuk wilayah Kabupaten Seruyan.

“Terjadinya gangguan teknis pada SPBE yang melayani distribusi untuk wilayah Kabupaten Seruyan, sehingga proses pengisian dan penyaluran tabung LPG tidak dapat berjalan secara normal dan optimal,” katanya, Rabu, 25 Februari 2026.

Selain itu, peningkatan kebutuhan LPG 3 Kg bersubsidi selama bulan Ramadan juga menjadi faktor penyebab. Permintaan yang melonjak tidak sebanding dengan jumlah pasokan yang tersedia di lapangan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Seruyan telah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga, para agen (penyalur), serta pangkalan (sub penyalur) LPG 3 Kg bersubsidi di wilayah distribusi Kabupaten Seruyan.

Pemkab Seruyan mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Kami imbau kepada masyarakat agar  tidak panic buying yang justru dapat memperparah kondisi kelangkaan, “ tuturnya.

Warga juga diminta menggunakan LPG 3 Kg bersubsidi secara bijak dan efisien sesuai kebutuhan rumah tangga masing-masing, serta tidak menyimpan dalam jumlah banyak untuk kepentingan pribadi ataupun diperjualbelikan kembali.

Selain itu, masyarakat diimbau membeli LPG 3 Kg bersubsidi hanya di pangkalan resmi sesuai domisili guna memastikan harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Seruyan.

“Mudah mudahan situasi ini dapat segera teratasi melalui koordinasi lintas pihak serta dukungan masyarakat dalam menjaga distribusi LPG tetap tertib dan tepat sasaran,” tukasnya. (FAHRUL/H)