PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menegaskan bahwa peran masjid di era modern harus bertransformasi melampaui sekadar tempat ibadah ritual.

Dia mengharapkan masjid-masjid di Kota Cantik mampu mengemban misi sebagai pusat pemberdayaan umat yang mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

"Masjid memiliki potensi strategis sebagai basis penguatan literasi dan kemandirian ekonomi umat," katanya, Selasa, 3 Maret 2026.

Dengan jumlah jemaah yang besar dan aset yang dikelola, masjid dapat menjadi inkubator bagi pelaku usaha mikro serta menjadi jaring pengaman sosial melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang produktif dan tepat sasaran.

Sebagai Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Palangka Raya, Zaini menekankan pentingnya sinergi antara aspek spiritual dan aspek ekonomi.

Ia mengingatkan bahwa sejarah Islam telah mencontohkan bagaimana masjid berfungsi sebagai pusat peradaban, tempat bermusyawarah, hingga pusat pengaturan strategi ekonomi yang menyejahterakan warga.

"Kita ingin masjid tidak hanya makmur secara bangunan, tetapi juga memakmurkan jemaahnya," ujarnya.

Pemberdayaan ini bisa dimulai dari hal kecil, seperti pembinaan UMKM berbasis jemaah atau penyediaan akses permodalan syariah yang dikelola secara profesional oleh pengurus masjid.

Lebih lanjut, ia mendorong para pengurus masjid atau marbot untuk terus meningkatkan kapasitas manajerial mereka.

Menurutnya, untuk mewujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan, dibutuhkan sumber daya manusia yang inovatif dan mampu membaca peluang ekonomi tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat yang menjadi pondasi utama. (HENDRI/y)