PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menekankan pentingnya pengurus masjid di Kota Cantik untuk mulai beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital.

Ia menyatakan bahwa di era transformasi informasi saat ini, manajemen masjid tidak boleh lagi dikelola secara konvensional jika ingin tetap relevan dan efisien dalam melayani jemaah.

Zaini menjelaskan bahwa adaptasi teknologi dalam manajemen masjid mencakup berbagai aspek, mulai dari sistem pelaporan keuangan berbasis aplikasi hingga pendataan aset secara digital.

Menurutnya, penggunaan perangkat lunak yang tepat akan meminimalisir risiko kesalahan pencatatan manual dan meningkatkan transparansi yang selama ini menjadi tuntutan utama masyarakat.

Sebagai Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Palangka Raya, Zaini juga menyoroti potensi pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk memudahkan jemaah dalam berinfak dan bersedekah.

Ia menilai metode cashless ini tidak hanya praktis, tetapi juga menjamin keamanan dan akurasi dana yang masuk ke rekening kas masjid secara real-time.

"Kita harus terbuka terhadap perubahan. Teknologi bukan untuk menjauhkan kita dari nilai-nilai spiritual, melainkan alat untuk memperkuat tata kelola organisasi masjid agar lebih profesional dan akuntabel di mata umat," katanya, Selasa, 3 Maret 2026.

Dia mendorong para pengurus masjid untuk memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana dakwah serta publikasi kegiatan.

Dengan manajemen konten yang baik, masjid dapat menjangkau generasi muda lebih luas dan menyebarkan pesan-pesan positif secara masif ke seluruh penjuru Kota Palangka Raya.

Ia memastikan pemerintah kota akan memfasilitasi pelatihan-pelatihan teknis bagi para marbot dan pengurus masjid agar tidak gagap teknologi.

Ia berharap, integrasi teknologi dalam manajemen masjid ini dapat menjadi langkah awal menuju ekosistem rumah ibadah yang modern, mandiri, dan berdaya saing tinggi. (HENDRI/y)