SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur, Eddy Surahman, mengumumkan bahwa perekonomian daerah tersebut mencatat pertumbuhan sebesar 5,82 persen pada tahun 2025.

Angka ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 1,87 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kotawaringin Timur pada tahun 2025 mencapai 5,82 persen, meningkat dari tahun sebelumnya yang lebih rendah,” ujar Eddy Surahman, Selasa, 3 Maret 2026.

Menurut data yang disampaikan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kotawaringin Timur  pada 2025 dengan harga berlaku mencapai Rp42.104,9 miliar, sementara PDRB dengan harga konstan tahun 2010 sebesar Rp21.972,5 miliar.

Ia menjelaskan bahwa sektor industri olahan pangan memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB di tahun 2025, yakni sebesar 23,27 persen. Disusul oleh sektor pertanian sebesar 21,78 persen, perdagangan 19,16 persen, transportasi 8,77 persen, dan konstruksi sebesar 7,09 persen.

“Kontribusi utama terhadap pertumbuhan ekonomi datang dari industri olahan pangan dan pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” jelasnya.

Menyoroti tren pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kotawaringin Timur, Eddy memaparkan bahwa pada tahun 2021 pertumbuhan ekonomi sebesar 2,10 persen, kemudian naik secara signifikan menjadi 7,41 persen pada tahun 2022. Tahun 2023 mengalami perlambatan pertumbuhan sebesar 1,80 persen, namun pada tahun 2024 kembali naik menjadi 3,95 persen dan pada 2025 mencapai 5,82 persen.

“Kita melihat fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir, namun secara umum perekonomian Kotawaringin Timur menunjukkan tren peningkatan yang positif dan stabil,” tuturnya.

Data ini menjadi indikator penting untuk mengarahkan kebijakan pembangunan dan investasi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur guna mempertahankan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun ke depan. (DEVIANA/H)