SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, menyerahkan penanganan kasus dugaan pemukulan terhadap Camat Mentaya Hilir Utara (MHU) kepada pihak kepolisian.

Ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum akan menindaklanjuti kejadian tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Terkait kasus pemukulan Camat Mentaya Hilir Utara kemarin, saya sampaikan bahwa camat itu termasuk pelayanan kepada masyarakat sehingga harus sabar. Saya juga meminta agar tidak terpancing emosi," kata Irawati, Kamis, 12 Maret 2026.

Ia mengungkapkan telah mengingatkan Camat MHU agar tidak membalas tindakan oknum yang melakukan kekerasan, meskipun dalam situasi yang memanas.

"Saya bilang kepada pak camat jangan ikut sumpah serapah dan jangan melakukan pemukulan kepada warga yang sudah melakukan tindak kekerasan terhadapnya," ujarnya.

Irawati juga telah mementa aparat kepolisian setempat untuk segera menindaklanjuti kejadian tersebut.

"Saya juga sudah meminta ke Polsek agar segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan terhadap kejadian itu. Kami serahkan penanganannya kepada Kapolsek," tambahnya.

Menurutnya, kondisi Camat MHU saat ini dalam keadaan baik. Ia bahkan sempat berbincang langsung dengan camat tersebut setelah insiden terjadi.

"Alhamdulillah kemarin camatnya sehat saja. Saya juga langsung berbincang dengan beliau dan meminta agar tetap sabar, apalagi ini bulan puasa. Kalau ada permasalahan kita bisa bermusyawarah dengan baik," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Camat Mentaya Hilir Utara, Zikrillah, mendapat serangan dari warga saat melakukan mediasi terkait polemik Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) Bagendang Raya, Rabu, 11 Maret 2026.

Mediasi tersebut dilaksanakan di Kantor Camat Mentaya Hilir Utara dan dihadiri sejumlah warga untuk membahas pengesahan tanda tangan pemilihan ketua Gapoktanhut.

Namun, sebagian warga yang tidak puas dengan hasil pembahasan menjadi emosi hingga situasi mediasi berubah ricuh. Dalam insiden tersebut, warga melempari camat dengan sejumlah benda yang berada di atas meja di dalam ruangan.

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan Camat MHU didatangi kerumunan massa di dalam ruangan kantor camat. Suasana sempat memanas akibat desakan warga yang menyerang pejabat tersebut.

Beruntung, camat segera diamankan oleh aparat gabungan dari TNI dan kepolisian yang berada di lokasi.

Kapolsek Sungai Sampit, Dhafi Kurnia, juga terlihat turun langsung mengamankan camat serta melerai warga yang masih tersulut emosi.

Meski demikian, hingga saat ini pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus kericuhan dan dugaan penyerangan terhadap Camat Mentaya Hilir Utara tersebut. (DEWI PATMALASARI/H)