BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kebakaran lahan terjadi di Kelurahan Kotawaringin Hilir Seberang, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin, 16 Maret 2026. Tim gabungan membutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk memadamkan api yang membakar lahan warga tersebut.
Pemadaman dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar bersama Polsek Kotawaringin Lama, Masyarakat Peduli Api (MPA) Kotawaringin Lama, serta warga setempat.
Komandan regu TRC BPBD Kobar, Sayid Abdul Badawi, menyampaikan bahwa laporan kebakaran diterima sekitar pukul 11.00 WIB. Namun proses pemadaman baru bisa dimulai sekitar pukul 12.30 WIB karena keterbatasan akses menuju lokasi.
“Kami menerima laporan sekitar pukul 11.00 WIB. Untuk menuju lokasi kami harus melalui jalur sungai menggunakan getek milik warga dan MPA karena akses darat tidak bisa dilalui kendaraan,” jelas Sayid Abdul Badawi.
Sayid Abdul Badawi menjelaskan, saat tim tiba di lokasi kondisi api masih menyala dengan asap tebal yang menyelimuti area kebakaran.
“Saat kami tiba, kondisi di lapangan terdapat titik api yang masih menyala dengan asap cukup tebal. Api sudah merambat ke semak belukar, pepohonan, serta kebun sawit milik warga,” jelas Sayid Abdul Badawi.
Menurut Sayid Abdul Badawi, pemadaman dilakukan dengan menggunakan mesin pompa air yang mengambil sumber air dari Sungai Lamandau yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Proses pemadaman dilakukan menggunakan mesin pompa air dengan sumber air dari Sungai Lamandau. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.30 WIB,” jelas Sayid Abdul Badawi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andan Santana, mengatakan kebakaran tersebut diduga berasal dari aktivitas pembakaran simpukan yang kemudian merambat ke area sekitar.
“Kebakaran diduga berasal dari pembakaran simpukan yang kemudian merambat ke semak belukar, pepohonan hingga kebun sawit warga. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar satu hektare,” jelas Andan Santana.
Andan Santana menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun puluhan batang pohon sawit milik warga dilaporkan ikut terbakar.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun puluhan batang sawit milik warga ikut terbakar,” jelas Andan Santana.
Andan Santana mengatakan pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama saat kondisi cuaca panas yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena sangat berisiko menimbulkan kebakaran, apalagi saat cuaca panas seperti sekarang,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/H)









