BORNEONEWS, Palangka Raya - Dukungan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS dalam proses penerbitan elektronik Surat Tanda Daftar Budidaya atau e-STDB bagi pekebun swadaya mendapat penegasan langsung dari Asisten Manager Traceability and ISH SSMS, Bintang Soma Perdana.
Ia menyebut langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.
Menurut Bintang, legalitas pekebun swadaya menjadi aspek penting dalam membangun rantai pasok kelapa sawit yang transparan dan bertanggung jawab. Dengan adanya e-STDB, posisi pekebun swadaya semakin jelas dalam sistem pasokan, sehingga dapat mendukung keterlacakan bahan baku dari hulu hingga hilir.
“Penerbitan e-STDB ini tidak hanya sebatas pemenuhan administrasi, tetapi juga menjadi langkah penting untuk memastikan asal-usul bahan baku yang jelas dan mendukung rantai pasok yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendorong praktik perkebunan kelapa sawit yang bertanggung jawab,” kata Bintang dalam rilisnya pada Kamis, 19 Maret 2026.
Ia menambahkan, SSMS melihat penerbitan e-STDB sebagai fondasi untuk membangun hubungan yang lebih kuat antara perusahaan, pemerintah, dan pekebun swadaya.
"Dengan adanya dokumen resmi, pekebun memiliki kepastian hukum sekaligus peluang lebih besar untuk mendapatkan akses pembinaan dan dukungan teknis," terang Bintang.
Selain itu, keterlibatan perusahaan dalam mendukung penerbitan e-STDB juga menjadi wujud nyata tanggung jawab sosial dan lingkungan.
"SSMS berharap langkah ini dapat mendorong pekebun swadaya untuk semakin tertib administrasi, meningkatkan produktivitas, serta menjaga keberlanjutan usaha perkebunan," katanya.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat, diharapkan tata kelola perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Pulang Pisau semakin transparan, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi daerah. (TESTI PRISCILLA/H)









