SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, melakukan inspeksi mendadak (sidak) layanan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kotim pada hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran, Rabu, 25 Maret 2026.

Dalam sidak tersebut, ia menemukan tingginya antrean masyarakat yang mengurus berbagai keperluan administrasi kependudukan, mulai dari pembuatan KTP, pindah domisili, pencatatan perkawinan beda negara, hingga pengurusan akta kematian. Bahkan ia turun langsung melayani masyarakat di loket Disdukcapil.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi, terutama terkait kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersentuhan langsung pada pelayanan publik.

"Ini menjadi bahan evaluasi agar kantor pelayanan seperti Dukcapil, Bapenda, Dinas Kesehatan, dan rumah sakit dikecualikan jangan masuk daftar WFA," katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan, masih banyak pegawai yang menjalankan WFA. Sehingga jumlah petugas yang hadir pada hari pertama kerja relatif sedikit.

"Jumlah staf di Dukcapil ini sekitar 80 orang termasuk kepala dinas. Sedangkan kita ketahui pelayanan hari ini membludak karena baru pertama masuk kerja," tambahnya.

Meski demikian, Irawati memastikan ketersediaan blanko KTP dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tetap bisa mengurus dokumen tanpa kendala.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dalam mengantre, mengingat tingginya volume pelayanan pada hari pertama pascalibur Lebaran.

"Saya sampaikan kepada masyarakat agar bersabar karena antrean cukup banyak karena ini hari pertama masuk kerja," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)