SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur kembali disibukkan dengan kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Sampit.

Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, menyatakan bahwa upaya pemadaman langsung dilakukan segera setelah menerima laporan.

“Begitu ada informasi, kami langsung menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan pemadaman agar kebakaran lahan tidak meluas,” katanya, Rabu, 25 Maret 2026..

Pada hari yang sama, BPBD menerima dua laporan kebakaran lahan, yakni di Jalan Ir Soekarno Kelurahan Baamang Tengah Kecamatan Baamang dan di kawasan Desa Bengkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

“Awalnya kami mendapat informasi kebakaran di Jalan Ir Soekarno. Lokasi tersebut bisa dijangkau dengan cepat karena tidak jauh dari jalan besar,” sampainya.

Tim BPBD yang terdiri dari tujuh personel segera menuju lokasi dengan membawa mobil tangki sebagai pasokan air guna mempercepat proses pemadaman. 

“Api berhasil kami padamkan. Luas lahan yang terbakar sekitar 1,08 hektare berupa semak belukar di lahan gambut,” tambahnya.

Tidak lama berselang, BPBD kembali menerima laporan kebakaran lahan di Desa Bangkuang Makmur. Untuk menuju lokasi tersebut, petugas harus melewati jalan Desa Eka Bahurui sekitar 4 kilometer dari Jalan HM Arsyad.

“Hingga malam ini, petugas masih berupaya memadamkan kebakaran di lahan gambut tersebut. Kondisi di lokasi cukup gelap sehingga petugas harus ekstra hati-hati dalam melakukan pemadaman,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah menurunnya intensitas hujan yang meningkatkan risiko kebakaran skala besar.  (DEVIANA/H)