BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur terus mengakselerasi pengembangan sektor pertanian dan perikanan sebagai pilar ketahanan pangan daerah.
Upaya tersebut ditunjukkan melalui kunjungan lapangan yang dipimpin langsung Bupati Barito Timur M Yamin, bersama Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (TP) 924/Uria Mapas, Mayor Inf Wahyu Hariatmoko, Rabu, 25 Maret 2026.
Kegiatan ini difokuskan untuk mengidentifikasi potensi sekaligus menginventarisasi kendala di lapangan, khususnya pada kawasan irigasi teknis seperti Bendung Tampa dan Bendung Karau yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas pertanian masyarakat.
Rangkaian kunjungan mencakup sejumlah titik penting, di antaranya Bendung Tampa, Bendung Karau, Balai Benih Ikan (BBI) Murung Baki I dan II, BBI Talohen, hingga lokasi rencana pengembangan mina padi di wilayah Jahon, Kelurahan Ampah Kota.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi terpadu pemerintah daerah dalam memaksimalkan potensi sumber daya alam yang ada.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur, Inapriani, mengungkapkan bahwa sektor pertanian di daerah tersebut memiliki prospek yang sangat menjanjikan, terutama pada kawasan yang telah didukung jaringan irigasi teknis.
“Masih banyak lahan pertanian yang belum terjangkau jaringan irigasi, baik tersier maupun sekunder. Selain itu, sebagian jaringan yang ada juga mengalami kerusakan sehingga perlu penanganan serius,” ujarnya.
Inapriani menambahkan, keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan) turut menjadi faktor penghambat peningkatan produktivitas petani. Kondisi ini, menurutnya, memerlukan intervensi kebijakan yang terarah dan berkelanjutan.
Dari sektor perikanan, Inapriani menyebutkan potensi pengembangan yang tak kalah besar, terutama karena didukung ketersediaan sumber air yang melimpah di kawasan Bendung Tampa dan Bendung Karau. Namun demikian, ketersediaan bibit ikan masih menjadi persoalan utama yang perlu segera diatasi.
“Animo masyarakat untuk budidaya ikan cukup tinggi, tetapi belum diimbangi dengan ketersediaan benih yang memadai,” jelasnya.
Saat ini, Pemkab Barito Timur memiliki dua Balai Benih Ikan, namun hanya satu yang beroperasi secara optimal. Pemerintah daerah pun berencana melakukan rehabilitasi dan revitalisasi sarana dan prasarana BBI agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Selain itu, langkah koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi juga akan diperkuat, termasuk menjajaki pengelolaan BBI Talohen yang saat ini belum beroperasi. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan perikanan di daerah.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Barito Timur juga membuka peluang kerja sama dengan TNI, khususnya Yonif TP 924/Uria Mapas, dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan perikanan secara terpadu. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat fondasi ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Barito Timur. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)









