SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus meningkatkan upaya menjaga kebersihan dan perawatan di kawasan Ikon Jelawat, salah satu landmark penting di Kota Sampit.

Pelaksana Tugas Kepala DKUPP Kotim, Muslih, menjelaskan bahwa penanganan kebersihan menjadi fokus utama, terutama dalam mengatasi tumbuhnya rumput liar di sekitar patung Jelawat yang memerlukan penanganan khusus.

“Pembersihan rumput liar di bagian patung akan melibatkan petugas pemadam kebakaran karena membutuhkan peralatan khusus,” ujarnya, Senin, 30 Maret 2026.

Namun, Muslih mengakui bahwa keterbatasan jumlah petugas kebersihan saat ini menyebabkan penanganan sampah di kawasan Ikon Jelawat belum maksimal.

“Di sisi lain, keterbatasan jumlah petugas kebersihan membuat penanganan sampah belum maksimal,” bebernya.

Sebagai langkah awal menghadapi tantangan tersebut, DKUPP berencana untuk menambah fasilitas tempat sampah guna memudahkan masyarakat membuang sampah pada tempatnya.

“Ke depan, evaluasi juga akan dilakukan untuk kemungkinan penambahan tenaga kebersihan di kawasan itu,” tambah Muslih.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Muslih menegaskan komitmen DKUPP untuk terus menjaga dan merawat Taman Ikon Jelawat sebagai wajah Kota Sampit. Berbagai inovasi juga akan terus diupayakan agar kawasan ini tetap terawat dan menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.

“Kami tetap berkomitmen menjaga Taman Ikon Jelawat sebagai salah satu wajah Kota Sampit. Berbagai inovasi akan terus diupayakan agar kawasan tersebut tetap terawat dan menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat,” tutupnya. (DEVIANA/Y)