SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memprediksi arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih akan ramai hingga pekan kedua April.

"Hari ini KM Leuser dari Semarang tiba dan menurunkan sekitar 1.406 penumpang. Besok kapal yang sama dijadwalkan berangkat kembali ke Semarang, saat ini sudah tercatat sekitar 416 penumpang dan masih akan bertambah," kata Kepala PT PELNI Cabang Sampit Siti Nafillah, Senin, 30 Maret 2026.

Ia menjelaskan, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada beberapa jadwal kedatangan kapal PELNI, di antaranya 31 Maret melalui KM Lawit dari Surabaya, kemudian 8 April KM Leuser dari Surabaya, serta 9 April KM Lawit dari Semarang.

"Rata-rata penumpang setiap kedatangan di atas 1.200 orang, bahkan untuk 8 April diperkirakan mencapai 1.400 penumpang," tambahnya.

Meski posko angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit sudah ditutup pada 30 Maret 2026 dan posko BUMN dijadwalkan berakhir pada 6 April 2026, arus balik di Pelabuhan Sampit diprediksi masih akan berlangsung hingga 8-9 April 2026.

Sementara itu, secara nasional, PT PELNI juga mencatat lonjakan penumpang yang cukup signifikan. Pada 30 Maret 2026 saja, jumlah penumpang mencapai 27.296 orang atau meningkat 34,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 20.304 orang.

"Hari ini menjadi salah satu puncak arus balik dengan jumlah penumpang tertinggi selama periode Lebaran 2026," ujar Anda.

Secara kumulatif, jumlah penumpang arus balik pada periode 23 Maret hingga 6 April 2026 telah mencapai 277.549 orang. Sementara total penjualan tiket selama masa angkutan Lebaran 6 Maret hingga 6 April 2026 tercatat sebanyak 594.547 tiket, terdiri dari 541.144 penumpang kapal reguler dan 53.403 penumpang kapal perintis.

Tri Andayani menegaskan, tingginya jumlah penumpang menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan PELNI. Meski demikian, pihaknya tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan perjalanan.

"Rata-rata On Time Performance kapal mencapai 97 persen. Kami memastikan seluruh armada beroperasi dengan standar keselamatan tinggi, mengedepankan prinsip safety first, zero accident, dan pelayanan prima," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)