SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengungkap sejumlah kendala dalam rencana penataan pelaku UMKM di kawasan Terowongan Nur Mentaya yang hingga kini belum terealisasi.

"Kita tahulah sama dengan adanya PJU Terowongan Nur Mentaya UMKM hidup, perputaran ekonomi bertambah," kata Plt Kepala DKUPP Kotim Muslih, Minggu, 12 April 2026.

Diketahui, sejak diresmikan oleh Bupati Kotim sejak Desember 2022, kawasan PJU Terowongan Nur Mentaya di Jalan Tjilik Riwut tersebut menjadi pusat keramaian, para pelaku UMKM membuka lapaknya sehingga terjadi perputaran ekonomi.

Namun kawasan tersebut terkesan kumuh karena lapak-lapak UMKM yang tidak tertata. Para pedagang masih berjualan dengan lapak seadanya dengan terpal-terpal. Sehingga kawasan tersebut terlihat semrawut, khususnya pada siang hari.

Muslih mengakui, penataan kawasan Terowongan Nur Mentaya tidak mudah dilakukan karena melibatkan berbagai aspek dan perlu koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Selain itu, faktor kepemilikan lahan menjadi tantangan utama.

"Sebagian besar lahan di sepanjang kawasan itu milik pribadi, bukan milik pemerintah daerah. Ini yang membuat penataan menjadi lebih sulit," ungkapnya.

Muslih menambahkan, berbeda dengan daerah lain seperti Palangka Raya yang memiliki lahan pemerintah untuk penataan UMKM. Kondisi di Sampit memerlukan pendekatan yang lebih kompleks.

Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen untuk mencari solusi terbaik, termasuk kemungkinan menghadirkan konsep penataan seperti sentra UMKM atau model kontainer yang tertata rapi.

"Nanti coba saya komunikasikan lagi dengan pimpinan, dengan OPD lain, karena itu beda dengan Kota Palangka Raya yang pernah kami lihat di sana tanah yang itu milik pemda. Yang di posisi kita ini hampir di sepanjang jalan itu milik warga. Sehingga kesulitan kita untuk menatanya itu agak susah. Apakah nanti yang dibikinkan tempat khusus UMKM tersendiri, tapi di lingkungan Terowongam Nur Mentaya atau tetap berada di sepanjang jalan itu," pungkasnya.

Sebagai informasi, penataan UMKM di kawasan Terowongan Nur Mentaya sudah mencuat sejak ramainya kawasan tersebut. Bahkan Bupati Kotim Halikinnor sendiri pun sempat mewacanakan agar lapak-lapak UMKM di kawasan tersebut dibuat seragam agar tak terskesan kumuh. (DEWI PATMALASARI/y)