SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati mengecam keras keberadaan grup media sosial yang diduga menyimpang dan meresahkan masyarakat di Sampit.

"Terkait grup Facebook tersebut saya mengutuk itu. Saya minta kepada pihak berwajib agar segera menelusuri grup tersebut dan apa yang menjadi isi dari grup itu, apakah hanya pencitraan atau memang benar-benar aktivitas menyimpang. Mudah-mudahan anak-anak Sampit terlindungi dari perbuatan tercela," kata Irawati, Selasa, 14 April 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas keresahan warga terhadap salah satu grup Facebook bernama G** ABG Sampit yang belakangan ramai diperbincangkan. Grup tersebut diketahui telah memiliki sekitar 1.373 pengikut tidak hanya dari Sampit tetapi juga dari beberapa kecamatan hingga kabupaten sekitar.

Irawati menegaskan, sebagai kepala daerah sekaligus orang tua, dirinya sangat prihatin terhadap fenomena tersebut. Ia menilai aktivitas dalam grup tersebut tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun.

"Sebagai wakil bupati dan juga orang tua, saya menilai ini adalah perbuatan yang tidak dibenarkan. Saya mengimbau kepada seluruh orang tua agar lebih aktif mengawasi anak-anak, terutama dalam penggunaan gadget," ujarnya.

Menurutnya, pengawasan orang tua menjadi kunci utama dalam melindungi anak dari dampak negatif perkembangan teknologi dan media sosial.

Meskipun pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah memiliki aturan pembatasan usia, tetapi aturan tersebut belum dilaksanakan. 

"Anak-anak sekarang masih bebas mengakses berbagai platform media sosial. Karena itu, peran orang tua sangat penting dalam mengontrol penggunaan gadget," tambahnya.

Selain itu, Irawati juga mengingatkan para remaja agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia mengajak generasi muda untuk memanfaatkan platform digital sebagai sarana yang positif dan bermanfaat.

"Remaja harus bijak menggunakan media sosial. Jadi carilah media sosial yang betul-betul bisa memberikan manfaat karena media sosial ini kita juga bisa berinteraksi," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)