PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya meningkatkan kewaspadaan terhadap fluktuasi kualitas udara seiring memasuki musim kemarau.

Pemantauan dilakukan secara lebih intensif untuk mendeteksi dini penurunan kualitas udara yang kerap dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Plt Kepala DLH Kota Palangka Raya, Berlianto, mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau parameter polutan di atmosfer guna memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Langkah antisipatif ini penting dilakukan agar warga dapat mengambil tindakan pencegahan, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.

"Data menjadi rujukan utama kami dalam mengambil kebijakan. Jika grafik menunjukkan tren penurunan kualitas udara ke kategori tidak sehat, kami segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat agar tetap waspada," katanya, Jumat, 17 April 2026.

Selain pemantauan udara, DLH juga menyiagakan tim pengawas lapangan untuk memantau area yang rawan terjadi pembakaran lahan secara sengaja.

Berlianto menegaskan bahwa pembakaran sampah maupun lahan di area terbuka sangat dilarang karena dapat memperburuk kondisi udara dan memicu kabut asap yang merugikan kesehatan serta mobilitas warga.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kualitas udara dengan tidak melakukan aktivitas pembakaran apa pun selama musim kemarau.

Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dianggap sebagai benteng utama dalam mencegah kembalinya kabut asap yang pernah melanda wilayah ini pada tahun-tahun sebelumnya. (HENDRI/H)