PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS memaparkan perjalanan bisnis dan capaian strategis perusahaan dalam kegiatan Public Expose yang digelar di Jakarta, Kamis sore, 30 April 2026. Dalam pemaparan tersebut, manajemen menyoroti sejumlah tonggak penting yang menjadi fondasi pertumbuhan perusahaan hingga saat ini.

Direktur Utama SSMS, Jap Hartono, menjelaskan bahwa perusahaan yang didirikan pada 22 November 1995 di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, terus berkembang melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah pencatatan saham perdana (IPO) pada 2013 yang menjadi awal ekspansi perusahaan di pasar modal.

“Sejak IPO, kami terus memperkuat struktur permodalan, termasuk melalui penerbitan global bond pada 2018 senilai 300 juta dolar AS,” ujar Jap dalam paparannya secara online.

Ia menambahkan, langkah penguatan keuangan berlanjut pada 2022 dengan aksi buyback sebagian obligasi global, yang kemudian dilanjutkan dengan pelunasan utang lebih cepat dari jatuh tempo pada Januari 2023. Menurutnya, strategi ini dilakukan untuk menjaga kesehatan keuangan perusahaan di tengah dinamika industri.

Tak hanya itu, SSMS juga mencatat capaian penting di sektor keberlanjutan dengan meraih 100 persen sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) pada September 2023. “Komitmen terhadap praktik berkelanjutan menjadi bagian penting dari operasional kami,” tegasnya.

Pada Desember 2023, perusahaan juga memperluas portofolio bisnis dengan menjadi pemegang saham mayoritas PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) dengan nilai transaksi sekitar Rp3,4 triliun. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi ekspansi dan penguatan bisnis hilir.

Sementara itu, pada November 2025, SSMS memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi perbankan senilai Rp5,2 triliun yang dipimpin Bank Mandiri. Selain itu, perusahaan juga melakukan divestasi 33,4 persen saham PT SMU senilai Rp1,8 triliun.

Jap menegaskan, seluruh langkah strategis tersebut diarahkan untuk memperkuat daya saing perusahaan sekaligus menjaga pertumbuhan berkelanjutan di masa depan. “Kami optimistis dengan fondasi yang ada, SSMS dapat terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tandasnya. (TESTI PRISCILLA/H)