BORNEONEWS, Palangka Raya - Kenaikan Nilai Tukar Petani atau NTP Kalimantan Tengah pada April 2026 tidak terjadi secara merata di seluruh subsektor. Sejumlah subsektor mencatat peningkatan, sementara sebagian lainnya mengalami penurunan tipis.
Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Taufiqurrahman, mengungkapkan bahwa subsektor hortikultura menjadi penyumbang kenaikan tertinggi dengan peningkatan sebesar 1,97 persen.
Selain itu, subsektor tanaman perkebunan rakyat juga mengalami kenaikan sebesar 1,54 persen, diikuti tanaman pangan sebesar 0,58 persen, serta peternakan yang naik tipis 0,08 persen.
“Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas seperti karet, kelapa sawit, cabai rawit, sapi potong, gabah, dan tomat,” jelasnya dalam rilis resmi pada Senin, 4 Mei 2026.
Namun, tidak semua subsektor mengalami tren positif.
"Subsektor perikanan tangkap justru mencatat penurunan NTP sebesar 0,02 persen, meski relatif kecil," tuturnya.
Taufiqurrahman menilai fluktuasi ini merupakan hal yang wajar, mengingat pergerakan harga komoditas sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca, pasokan, serta dinamika permintaan di pasar. (TESTI PRISCILLA/y)









