SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca maritim terkait potensi tinggi gelombang di wilayah perairan Kotawaringin Timur (Kotim), khususnya di Teluk Sampit dan Kuala Pembuang, yang berlaku mulai Selasa, 5 Mei 2026 hingga Kamis, 7 Mei 2026.

Berdasarkan laporan dari Stasiun Meteorologi Kelas III Iskandar, ketinggian gelombang di dua wilayah tersebut umumnya berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter. Namun, pada periode tertentu gelombang berpotensi meningkat hingga mencapai 2,5 meter.

Pada Selasa, 5 Mei 2026, kondisi cuaca diperkirakan berawan hingga hujan ringan, dengan kecepatan angin berkisar antara 3 sampai 10 knot. Tinggi gelombang masih tergolong rendah hingga sedang, yakni di kisaran 0,5–1,25 meter.

Memasuki Rabu, 6 Mei 2026, cuaca masih didominasi hujan ringan dengan suhu permukaan laut sekitar 31 derajat Celsius. Arus laut bergerak ke arah barat dengan kecepatan antara 0,89 hingga 1,44 knot, sementara tinggi gelombang relatif stabil di kisaran 0,5–1,25 meter.

Namun pada Kamis, 7 Mei 2026, BMKG memprediksi adanya peningkatan tinggi gelombang menjadi 1,25 hingga 2,5 meter, terutama di wilayah Teluk Sampit dan Kuala Pembuang. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya kecepatan angin yang mencapai 10 hingga 13 knot, dengan hembusan maksimum hingga 27 knot.

Selain itu, arah arus laut cenderung bergerak ke selatan hingga barat, yang turut memengaruhi dinamika gelombang di wilayah perairan tersebut.

BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, agar lebih waspada terhadap potensi gelombang sedang tersebut. Aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan juga diimbau untuk selalu memperhatikan perkembangan cuaca terkini guna menghindari risiko kecelakaan di laut. (DEWI PATMALASARI/y)