PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kinerja ekspor Provinsi Kalimantan Tengah pada triwulan pertama 2026 menunjukkan tren positif. Nilai ekspor periode Januari–Maret 2026 tercatat mencapai US$931,49 juta atau meningkat 7,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Data Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa peningkatan terbesar berasal dari sektor pertambangan yang tumbuh 10,03 persen dan menjadi penopang utama ekspor daerah," kata Statistisi Ahli Madya BPS Kalteng, Taufiqurrahman pada Senin, 4 Mei 2026.

Taufiqurrahman dalam penyampaian berita resmi statistik di kantor BPS Kalteng tersebut menjelaskan bahwa komoditas unggulan masih didominasi hasil sumber daya alam.

“Komoditas utama ekspor adalah batu bara, minyak kelapa sawit, kayu olahan, lignit, karet remah, kayu lapis, hasil hutan bukan kayu lainnya, serta bungkil dan residu,” ujarnya lagi.

Ia menambahkan, negara tujuan ekspor utama Kalimantan Tengah masih didominasi oleh kawasan Asia, yakni Jepang, India, dan Tiongkok yang secara konsisten menyerap produk unggulan daerah.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan global terhadap komoditas andalan Kalteng masih cukup kuat, terutama untuk sektor energi dan perkebunan," terangnya.

Dengan tren pertumbuhan tersebut, ekspor dinilai masih menjadi motor penting dalam mendorong perekonomian Kalimantan Tengah di tengah dinamika ekonomi global. (TESTI PRISCILLA/y)