BORNEONEWS, Palangka Raya - Kinerja perekonomian wilayah Kalimantan pada triwulan I 2026 menunjukkan tren positif secara tahunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS, ekonomi regional Kalimantan tumbuh sebesar 4,08 persen dibandingkan triwulan I 2025 atau year-on-year/y-on-y.
Pelaksana Tugas atau Plt Kepala BPS Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, dalam Berita Resmi Statistik pada Selasa, 5 Mei 2026, menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut terjadi di seluruh provinsi di Kalimantan, meskipun dengan capaian yang bervariasi.
“Secara umum ekonomi Kalimantan tumbuh positif secara tahunan, namun jika dibandingkan triwulan sebelumnya atau quarter-to-quarter/q-to-q mengalami kontraksi sebesar 3,78 persen,” ujarnya.
Kontribusi wilayah Kalimantan terhadap perekonomian nasional tercatat sebesar 7,99 persen dari total 38 provinsi di Indonesia. Dari sisi struktur ekonomi regional, Kalimantan Timur masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 46,48 persen terhadap total PDRB Kalimantan.
"Selanjutnya, Kalimantan Barat menyumbang 17,61 persen, Kalimantan Selatan 15,39 persen, Kalimantan Tengah sebesar 12,39 persen, dan Kalimantan Utara sebesar 8,13 persen," jelasnya.
Dari sisi pertumbuhan ekonomi antarprovinsi, Kalimantan Barat mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 6,14 persen. Disusul Kalimantan Selatan sebesar 5,67 persen dan Kalimantan Utara sebesar 5,23 persen.
Sementara itu, Kalimantan Tengah tumbuh sebesar 3,79 persen, lebih tinggi dibanding Kalimantan Timur yang mencatatkan pertumbuhan terendah sebesar 2,99 persen pada periode yang sama.
Maria menambahkan, perbedaan capaian pertumbuhan antarprovinsi dipengaruhi oleh struktur ekonomi dan sumber pertumbuhan di masing-masing daerah, termasuk peran sektor unggulan yang menjadi penopang utama aktivitas ekonomi di wilayah Kalimantan. (TESTI PRISCILLA/y)









