SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kodim 1015/Sampit menggelar latihan aplikasi teritorial sistem blok terpilih penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Tahun 2026 di Lapangan Panahan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis, 7 Mei 2026.

"Tujuan kegiatan ini untuk membekali dan meningkatkan kemampuan dalam rangka kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dan mencegah termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kodim 1015/Sampit," kata Komandan Kodim (Dandim) 1015/Sampit saat ini adalah Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Dwi Candra Setyawan.

Latihan tersebut melibatkan personel TNI dari Kodim 1015/Sampit dan Yonif TP 923/Mentaya, serta unsur pendukung dari sejumlah instansi dan perusahaan, di antaranya BPBD, Manggala Agni, PT BPP, PT BIS, PT CKP, dan PT OBJ.

Adapun, kegiatan tersebut diawali dengan pelatihan teori dan drill teknis selama lima hari. Kemudian dilakukan simulasi kebakaran sebagai aplikasi dari teori yang telah diberikan.

Lanjutnya, dirinya menegaskan komitmennya dalam mendukung pemerintah daerah untuk menekan risiko Karhutla di wilayah Kotim dan Seruyan melalui keterlibatan seluruh sektor.

Selain fokus pada penanganan kebakaran, latihan tersebut juga menitikberatkan pada upaya pencegahan dan pemulihan pasca Karhutla.

Pencegahan dilakukan melalui sosialisasi larangan membakar lahan serta edukasi dampak kebakaran hutan dan lahan kepada masyarakat.

Sementara itu, tahap pemulihan dilakukan melalui rehabilitasi lahan, reboisasi, dan pendampingan terhadap warga terdampak.

Ia menekankan penanggulangan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, seluruh pihak diminta meningkatkan koordinasi dan kewaspadaan.

"Kita harus mendukung pemerintah daerah dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan maksimal, termasuk terjun langsung di lapangan dengan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki," tambahnya.

Ia juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, hingga perusahaan perkebunan untuk terlibat aktif dalam pencegahan Karhutla.

Dalam kegiatan tersebut, personel juga diingatkan untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat dan perusahaan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan perusahaan memiliki perlengkapan standar penanganan Karhutla. (DEWI PATMALASARI/y)