PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPR RI, Sigit Karyawan Yunianto menyoroti lonjakan konsumsi Pertamax yang terjadi di Kota Palangka Raya dalam tiga hari terakhir. Peningkatan kebutuhan BBM nonsubsidi itu dinilai cukup tajam dan memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.

Sigit mengaku belum mengetahui pasti penyebab meningkatnya permintaan Pertamax tersebut. Namun ia menduga kondisi itu dipicu adanya isu maupun informasi yang beredar di tengah masyarakat sehingga memunculkan kepanikan untuk membeli BBM.

“Tidak tahu gara-gara apa, isu atau selebaran atau apa ya, kok kebutuhan Pertamax meningkat tajam selama tiga hari,” katanya pada Jumat, 8 Mei 2026.

Meski demikian, ia memastikan stok BBM di Palangka Raya dan sejumlah daerah sekitar masih dalam kondisi aman. Menurutnya, Pertamina Patra Niaga telah menambah distribusi pasokan untuk memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat.

"Saat ini distribusi Pertamax mencapai 200 kiloliter per hari untuk wilayah Palangka Raya, Gunung Mas, Kapuas, Pulang Pisau hingga Barito Selatan. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen dialokasikan khusus untuk Kota Palangka Raya karena tingginya konsumsi masyarakat," jelasnya.

Selain itu, Pertamina juga membuka tambahan suplai dari depo Pulang Pisau serta mendapat dukungan distribusi dari depo Kalimantan Selatan guna membantu mengurai antrean kendaraan di SPBU.

Sigit pun meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Ia menegaskan pemerintah bersama Pertamina terus berupaya menjaga stabilitas pasokan BBM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. (TESTI PRISCILLA/Y)