BORNEONEWS, Palangka Raya – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palangka Raya kembali menegaskan komitmen menjaga keamanan dan ketertiban, dengan menggelar razia gabungan bersama personel Direktorat Samapta Polda Kalimantan Tengah.
Kegiatan ini disusun sebagai langkah deteksi dini terhadap segala potensi gangguan, sekaligus memperkuat sinergi antar aparat penegak hukum demi mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.
Pemeriksaan menyeluruh dilakukan menyasar kamar hunian warga binaan hingga sejumlah titik dan area yang dinilai berpotensi menjadi tempat penyimpanan benda terlarang.
Petugas menjalankan tugas dengan pendekatan yang tegas namun tetap humanis, memeriksa setiap barang milik warga binaan secara teliti guna memastikan tidak ada barang yang dilarang masuk maupun beredar di dalam lingkungan rutan. Kehadiran tim dari kepolisian turut menjadi dukungan nyata untuk memperkuat sistem pengawasan dan meningkatkan tingkat kewaspadaan seluruh elemen di dalam lembaga.
Kepala Rutan Palangka Raya, Aditya Jatari, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kesepakatan dan kerja sama dalam menjaga integritas dan stabilitas keamanan di lingkungan pemasyarakatan.
Menurutnya, sinergitas dengan instansi lain terus dibangun dan ditingkatkan agar pengamanan berjalan maksimal dan berkesinambungan.
“Razia gabungan ini bukan sekadar kegiatan seremonial belaka, melainkan bentuk keseriusan kami bersama aparat penegak hukum dalam mewujudkan rutan yang bersih dari segala jenis barang terlarang," katanya, Selasa, 12 Mei 2026.
Lanjutnya razia ini tujuannya juga untuk menciptakan rasa aman, baik bagi seluruh warga binaan yang menjalani masa tahanan maupun bagi petugas yang bertugas sehari-hari.
Lebih dari sekadar pemeriksaan rutin, kegiatan ini menjadi momen penting untuk mempererat hubungan kerja sama dan koordinasi lintas instansi.
Hal ini dinilai sangat mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan agar berjalan secara profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, seluruh rangkaian proses razia berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
"Di samping menjalankan penegakan aturan, petugas juga tetap mengedepankan prinsip penghormatan terhadap hak-hak warga binaan, sehingga kegiatan berjalan berimbang antara ketegasan aturan dan sikap yang beradab," pungkasnya. (PATHUR/H)









