SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kemunculan seekor beruang saat siang hari di dekat permukiman warga di Desa Bukit Raya, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi perhatian masyarakat setelah videonya viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 21 detik tersebut, terlihat seekor beruang berada di antara pepohonan dan semak-semak. Hewan liar itu tampak cukup dekat dengan area aktivitas warga. Tidak lama kemudian, seorang pria mengenakan kaos merah terlihat mendekati beruang sambil membawa parang.

Saat pria tersebut mendekat, beruang langsung bergerak dan menghilang dari tangkapan kamera. Dalam unggahan video itu juga disertakan narasi yang menyebutkan kemunculan beruang terjadi di dekat rumah makan buah kelapa di Desa Bukit Raya, Kecamatan Cempaga.

"Apa itu, kiriman warga muncul dekat rumah makan buah kelapa di Desa Bukit Raya Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin timur," demikian narasi postingan video tersebut. 

Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah mengatakan, pihaknya masih menelusuri informasi terkait video tersebut untuk memastikan lokasi maupun kondisi sebenarnya di lapangan.

"Kalau dari keterangan yang kami dapat di video, saat didekati warga beruang langsung lari. Lokasinya disebut berada di wilayah Desa Bukit Raya, Kecamatan Cempaga. Informasi dari video dan narasi itu akan kami telusuri lagi," ujarnya, Rabu, 13 Mei 2026.

Ia mengingatkan warga agar tidak mencoba mendekati satwa liar seperti beruang karena tindakan tersebut sangat berbahaya dan berpotensi memicu serangan dari beruang.

Menurutnya, beruang umumnya akan menghindari manusia selama masih memiliki ruang untuk melarikan diri. Namun jika merasa terancam atau terdesak, satwa tersebut bisa bersikap agresif.

"Kalau beruang merasa terancam dan terdesak, beruang bisa menyerang. Tapi selama masih bisa menghindar, biasanya mereka akan menjauh dari manusia," tambahnya.

Muriansyah menduga kemunculan beruang di sekitar permukiman terjadi karena satwa tersebut sedang mencari makanan. Kondisi itu juga menunjukkan adanya perubahan perilaku alami beruang akibat terganggunya habitat.

Ia menjelaskan, pada dasarnya beruang merupakan hewan nokturnal yang lebih aktif pada malam hari dan mengandalkan indera penciumannya untuk mencari makan. Sedangkan pada siang hari biasanya lebih banyak berdiam di sarang.

"Sekarang potensi konflik makin tinggi karena perilaku alaminya berubah. Sementara masyarakat seperti penyadap karet dan pencari rotan juga banyak beraktivitas pada siang hari," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)