BORNEONEWS, Sampit - Seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), segera menikmati layanan listrik PLN setelah proyek listrik desa di empat wilayah yang tersisa hampir rampung.
"Di wilayah Mentaya Hulu ini ada 15 desa dan 1 kelurahan. Setelah 4 desa ini nanti teraliri listrik, maka seluruh desa dan kelurahan sudah terabg teraliri listrik PLN," kata Camat Mentaya Hulu Edison, Sabtu, 16 Mei 2026.
Adapun 4 desa yang masih berprogres agar teraliri listrik PLN yaitu Desa Pantap, Kapuk, Baampah dan Kawan Batu.
Ia menjelaskan, Desa Pantap dan Desa Kapuk menjadi dua wilayah yang paling dekat untuk segera menikmati aliran listrik PLN. Saat ini progres pembangunan jaringan disebut sudah mencapai sekitar 97 persen.
"Untuk Desa Pantap dan Kapuk sebentar lagi menyala. Mudah-mudahan bulan Juni sudah menyala. Progresnya sudah 97 persen, tinggal jaringan masuk ke rumah-rumah warga," ujarnya.
Edison menyebut PLN memiliki program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi masyarakat yang benar-benar tidak mampu. Data calon penerima nantinya dapat diusulkan oleh pemerintah desa ke PLN ULP Sampit.
"Nanti masyarakat yang memang tidak mampu bisa didata oleh kepala desa, kemudian diusulkan ke PLN untuk mendapatkan bantuan pemasangan listrik," katanya.
Sementara itu, untuk Desa Kawan Batu dan Desa Bampah, Edison mengatakan proses program listrik desa tahun 2026 sudah memasuki tahap final di Kementerian ESDM dan tinggal menunggu anggaran turun sebelum pelaksanaan di lapangan.
Ia meminta pemerintah desa segera memperkuat kerja sama dan nota kesepahaman dengan perusahaan terkait akses jalan maupun pembersihan pokok-pokok sawit di jalur pemasangan tiang listrik.
"Kepada desa saya minta segera melakukan kerja sama atau MoU dengan perusahaan untuk persiapan pemasangan tiang PLN. Jadi nanti kalau anggaran sudah turun, eksekusinya bisa langsung cepat," tegasnya.
Edison mengaku tidak ingin kendala yang terjadi di Desa Kapuk dan Pantap kembali terulang. Saat itu, tiang listrik dari PLN sudah tiba, namun pemasangan sempat terkendala karena jalur belum siap.
Ia menambahkan, usulan listrik desa untuk empat wilayah tersebut sebenarnya sudah diajukan sejak 2018 sebelum dirinya menjabat sebagai camat. Setelah menjabat, ia terus melanjutkan perjuangan tersebut karena listrik menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Lanjutnya, meski seluruh desa nantinya sudah masuk jaringan listrik, Edison mengakui masih ada beberapa RT yang belum terjangkau. Namun, menurutnya kondisi tersebut akan lebih mudah ditindaklanjuti melalui program perpanjangan jaringan listrik.
"Kalau seluruh desa dan kelurahan sudah masuk listrik PLN, nanti akan lebih mudah mengusulkan perpanjangan jaringan, tidak perlu mengusulkan listrik desa lagi," jelasnya.
Menurut Edison, hadirnya listrik PLN sangat membantu karena dapat mengurangi pengeluaran warga. Sebelum PLN masuk ke empat desa tersebut, masyarakat mengandalkan listrik pribadi menggunakan genset berbahan bakar solar.
"Sebelum ada listrik, masyarakat memakai genset pribadi dengan bahan bakar solar yang mahal. Kalau sudah ada listrik PLN tentu sangat membantu masyarakat. Mereka tidak akan repot lagi tinggal membeli token listrik. Ini tentunya juga akan berdampak pada perekonomian masyarakat," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









