BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Di tengah sedang lesunya kinerja bursa saham Malaysia dan melemahnya nilai tukar ringgit, harga minyak sawit mentah (CPO) untuk kontrak Maret menjadi 'penyelamat wajah' pasar negeri jiran pada perdagangan Selasa (3/1/2017).
Pada pukul 12.30 waktu setempat, yang merupakan perdagangan hari pertama 2017, bursa saham Malaysia, KLCI, turun 9,76 poin menjadi 1.631,97. Tercatat volume transaksi sebanyak 788,49 juta lembar saham senilai RM339,58 juta.
Sementara itu, harga CPO melonjak RM59 menjadi RM3.168 per ton, yang menurut catatan Bloomberg, lompatan harga CPO ini dipacu oleh melemahnya ringgit dan produksi sawit diprediksi terdampak cuaca hujan.
Harga CPO ditopang lemahnya ringgit terhadap dolar AS dan kekhawatiran terjadinya banjir akibat hujan deras yang melanda kawasan pantai timur Malaysia, kata Chandran Sinnasamy, analis dari LT International Futures di Kuala Lumpur.
Ringgit melemah terhadap dolar AS ke level terendah 1998 di angka 4,4930 dari sebelumnya 4,4862. Ringgit juga melemah terhadap dolar Singapora menjadi 3,1038 dari 3,0957 dan berada di level 4,7107 terhadap Euro dari sebelumnya 4,7060. Namun ringgit menguat terhadap poundsterling menjadi 5,5291 dari sebelumnya 5,5335. (NEDELYA RAMADHANI/m)








