PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya bergerak cepat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengantisipasi gejolak ekonomi di wilayahnya.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, memaparkan tiga strategi utama yang kini tengah digenjot pemerintah untuk mengubah wajah sektor pertanian lokal menjadi lebih modern, efektif dan tangguh.

Langkah ini diambil sebagai jawaban atas tantangan inflasi daerah yang kerap dipicu oleh ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah.

"Kami tidak ingin tanggung-tanggung. Tiga strategi ini berjalan beriringan, kita modernisasi alatnya di hulu, kita bawa teknologinya ke tengah lewat smart farming dan kita ajak masyarakat bergerak di hilir memanfaatkan pekarangan rumah," katanya, Kamis, 21 Mei 2026.

Dalam pelaksanaannya, Pemko Palangka Raya melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memfokuskan seluruh sumber daya pada tiga program prioritas:

Pertama, mekanisasi total lahan pertanian guna mempercepat penyaluran Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) modern seperti traktor roda empat dan mesin pemanen (combine harvester) guna memangkas waktu kerja petani dari hitungan hari menjadi hitungan jam.

Kedua, penerapan Smart Farming Berbasis IoT untuk mengedukasi kelompok tani untuk mulai menggunakan sensor digital dalam memantau kelembapan tanah, suhu, dan efisiensi pemupukan secara otomatis guna meminimalkan risiko gagal panen.

Ketiga, Gerakan Pemanfaatan Lahan Pekarangan dalam rangka menstimulasi warga perkotaan untuk membangun rumah kaca minimalis dan instalasi hidroponik mandiri khusus untuk komoditas pemicu inflasi tinggi, seperti cabai rawit dan bawang merah.

Zaini optimistis, integrasi dari ketiga strategi ini akan langsung berdampak pada peningkatan volume panen lokal dalam beberapa bulan ke depan.

Dengan begitu, ketergantungan pasokan sayur dan pangan dari luar provinsi dapat ditekan secara bertahap.

"Ujung dari ketiga strategi ini adalah kemandirian. Ketika produksi pangan kita melimpah dan stabil dari hasil bumi sendiri, harga-harga di pasar akan terjaga dan masyarakat Palangka Raya tidak perlu lagi cemas akan ancaman inflasi," pungkasnya. (HENDRI/y)