PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat melalui peluncuran Program Ekosistem Pusat Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS) di Kota Palangka Raya pada Kamis, 21 Mei 2026.

Kegiatan yang dirangkai dengan Kick Off Bulan Literasi Keuangan 2026 itu menghadirkan sejumlah narasumber dari OJK, Bank Indonesia dan perbankan syariah. Acara digelar di Hasanka Boarding School Palangka Raya dan juga diikuti peserta secara daring melalui Zoom Meeting.

Asisten Direktur Grup Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah OJK, Asadulloh Sefnado mengatakan, edukasi mengenai sistem keuangan syariah penting dilakukan agar masyarakat memahami perbedaan mendasar antara sistem keuangan konvensional dan syariah.

Menurut dia, keuangan syariah merupakan sistem keuangan yang berlandaskan prinsip-prinsip syariat Islam, termasuk menghindari praktik riba, gharar atau ketidakpastian, serta maisir atau spekulasi dalam transaksi.

“Keuangan syariah tidak hanya berbicara soal keuntungan, tetapi juga memperhatikan prinsip keadilan, transparansi dan keberkahan dalam aktivitas ekonomi,” ujarnya saat memaparkan materi literasi keuangan syariah.

Dalam paparannya, Asadulloh menjelaskan bahwa sistem keuangan syariah menggunakan akad dalam setiap produk dan transaksi. Selain itu, mekanisme keuntungan diperoleh melalui prinsip jual beli, bagi hasil, margin maupun ujrah atau fee jasa.

Ia menambahkan, lembaga keuangan syariah juga memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang memastikan seluruh kegiatan usaha tetap sesuai prinsip syariah dan aspek halal.

“Melalui literasi ini kami ingin masyarakat semakin memahami produk dan layanan keuangan syariah sehingga dapat memanfaatkan layanan keuangan secara bijak dan aman,” katanya.

Program EPIKS sendiri menjadi bagian dari upaya OJK dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut turut melibatkan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, Bank Indonesia serta industri jasa keuangan syariah.

Kick Off Bulan Literasi Keuangan 2026 itu juga diisi dengan sosialisasi mengenai pengelolaan keuangan, sistem pembayaran, hingga penguatan pemahaman masyarakat terhadap produk perbankan syariah. (TESTI PRISCILLA/H)