PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah (BI Kalteng), Yuliansah Andrias menyebut aktivitas ekonomi di Kalimantan Tengah mulai kembali bergerak setelah sempat terdampak antrean bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kondisi tersebut sebelumnya mempengaruhi distribusi barang, mobilitas masyarakat hingga aktivitas perdagangan di sejumlah daerah.

Yuliansah mengatakan, perlahan situasi mulai membaik seiring distribusi BBM yang kembali normal dan aktivitas masyarakat kembali berjalan seperti biasa. Menurutnya, geliat ekonomi terlihat dari meningkatnya aktivitas transaksi perdagangan serta pergerakan sektor usaha di berbagai wilayah.

“Ekonomi sekarang mulai bergerak lagi setelah kemarin sempat terganggu karena antrean BBM. Aktivitas masyarakat dan distribusi barang sudah mulai kembali normal,” kata Yuliansah, Jumat 22 Mei 2026.

Ia menjelaskan, stabilitas distribusi energi memiliki pengaruh besar terhadap perputaran ekonomi daerah, terutama bagi sektor perdagangan, transportasi, hingga pelaku UMKM. Ketika distribusi BBM terganggu, maka rantai pasok dan aktivitas usaha ikut melambat.

Selain itu, pihaknya juga terus memantau perkembangan inflasi daerah agar tetap terkendali di tengah proses pemulihan aktivitas ekonomi tersebut. Bank Indonesia bersama pemerintah daerah disebut terus melakukan koordinasi untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan masyarakat.

“Yang paling penting sekarang bagaimana momentum pemulihan ini terus dijaga. Stabilitas distribusi dan pasokan harus dipastikan agar ekonomi daerah bisa tumbuh lebih baik,” pungkasnya. (MARINI/H)