BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyatakan harga minyak sawit mentah (CPO) tahun ini lebih baik dibandingkan realisasi tahun lalu karena beberapa faktor pendukung. Apa saja?

Beberapa faktor penunjang itu antara lain penerapan program mandatory biodiesel sebesar 20% di Indonesia (B20) dan 10% di Malaysia (B10).

"Secara umum, proyeksi harga tahun ini lebih baik dari tahun lalu," kata Direktur Eksekutif GAPKI, Fadhil Hasan, kepada pers di Jakarta, Selasa (3/1/2012).

Berdasarkan analisis supply and demand, menurut Fadhil, tren harga CPO tahun ini akan membaik pada semester pertama. Kemudian, turun pada semester kedua.

"Secara keseluruhan, sepanjang 2017, harga CPO akan lebih baik dari tahun lalu. Pemerintah Indonesia akan mengenakan program B20 untuk non-PSO. Jadi konsumsi dalam negeri akan meningkat, sementara Malaysia akan menerapkan B10," papar dia.

Sementara itu, lanjut Fadhil, harga minyak mentah pada tahun ini akan lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu. Meskipun tren harga minyak mentah dan CPO tidak selalu pararel, kenaikan harga minyak ini bisa mengerek harga CPO lebih tinggi.

"Faktor lain yang akan memengaruhi harga CPO tahun ini adalah produksi yang kembali normal meskipun dampak El Nino masih akan sedikit terasa di beberapa wilayah. Sedangkan dari sisi global demand, belum membaik karena pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang masih stagnan dan kondisi ekonomi dunia yang masih rentan," ujar Fadhil. (NEDELYA RAMADHANI/m)