BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah menargetkan bangunan permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi 55 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di kawasan Wengga Metropolitan, Kelurahan Baamang Barat, sudah dapat digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kotim, Hawianan, mengatakan target tersebut disesuaikan dengan kebutuhan penambahan jumlah siswa pada tahun ajaran mendatang.
"Targetnya tahun ajaran baru sudah bisa ditempati. Karena kalau tahun ini untuk semua jenjang dari SD, SMP dan SMA itu masing-masing 90 siswa. Ditambah lagi yang sudah ada saat ini 100 siswa akan dipindah ke sana juga," kata Hawianan, Minggu, 24 Mei 2026.
Saat ini proses penjaringan siswa baru masih berlangsung. Total kuota yang disiapkan mencapai 270 siswa, terdiri dari 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Program Sekolah Rakyat tersebut diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu kategori desil 1 dan 2 berdasarkan data sosial ekonomi.
"Kalau memang tidak ada (desil 1 dan 2) baru desil 3 sampai desil 4," ujarnya.
Sementara itu, program Sekolah Rakyat yang sudah berjalan lebih dulu di Islamic Center Sampit pada tahun ajaran 2025/2026 saat ini telah menampung sekitar 100 siswa dan nantinya akan dipindahkan ke bangunan permanen yang baru.
Sebelumnya diberitakan, pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 55 Kotim dilaporkan terus dikebut dan progres fisiknya kini telah mencapai 53 persen.
Hawianan menjelaskan, pemerintah pusat menargetkan penyelesaian ruang kelas dan asrama pada akhir Juni 2026 agar dapat segera difungsikan.
"Informasi yang kami dapatkan, 30 Juni ini diprioritaskan tercapainya ruang kelas dengan asrama. Diharapkan mudah-mudahan September itu sudah clear semua targetnya," katanya.
Sekolah Rakyat Terintegrasi tersebut dibangun di atas lahan hibah seluas 6,7 hektare dan dirancang menjadi kawasan pendidikan lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang.
Dalam master plan pembangunan, kawasan sekolah nantinya dilengkapi fasilitas olahraga, ruang pertemuan, area pengembangan bakat siswa, hingga ruang terbuka hijau.
"Rencana juga akan dibangun lapangan bola mini karena menyesuaikan anggaran. Termasuk fasilitas olahraga, gedung pertemuan, kemudian tempat untuk menyalurkan bakat anak-anak dan pengembangan kompetensi mereka," jelasnya.
Desain kawasan sekolah telah dipersiapkan secara matang sejak awal pembangunan, termasuk penataan gerbang utama dan area hijau sekolah.
"Jadi semuanya fasilitasnya menurut informasi lengkap, termasuk ruang terbuka hijaunya dari gerbang sudah didesain sedemikian rupa," tambahnya.
Ia menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), sedangkan pemerintah daerah bertugas melakukan pemantauan dan membantu kebutuhan di lapangan.
"Semua proses pembangunan dilaksanakan oleh pusat melalui Kementerian PU. Jadi tugas kita dibentuk juga tim teknis untuk memantau dan memonitor," katanya.
Dinsos Kotim juga membantu menyediakan fasilitas pendukung bagi para pekerja proyek yang didatangkan untuk mempercepat pembangunan sekolah tersebut.
"Informasinya pekerja itu bekas pekerja IKN yang didrop ke sini untuk mengejar pembangunan. Kami dari Dinsos menyiapkan tenda tempat mereka istirahat agar mereka bisa tetap bekerja meski cuaca panas," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









