PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah sekaligus Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh meluapkan kekecewaannya terhadap dugaan oknum yang mengatasnamakan Gubernur Kalimantan Tengah dalam persoalan bantuan hewan kurban.

Kemarahan Faridawaty muncul setelah adanya informasi dari pihak Kesra Kalimantan Tengah terkait proposal bantuan hewan kurban yang sebelumnya diminta untuk dilengkapi dan disalurkan ke tiga masjid berbeda. Namun belakangan, bantuan tersebut disebut tidak tersedia dengan alasan tidak mendapat persetujuan Gubernur Kalimantan Tengah.

“Kesra Kalteng minta melengkapi proposal hewan kurban, lalu hari ini kalian katakan hewannya tidak ada karena tidak disetujui Pak Gubernur. Apa ini benar?” tulis Faridawaty dalam pernyataannya, Selasa 25 Mei 2026.

Ia menegaskan agar tidak ada pihak yang sembarangan “menjual” nama Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran karena dinilai dapat menyakiti hati masyarakat sekaligus mencoreng nama baik kepala daerah.

“Saya sudah ingatkan ya jangan suka jual-jual nama Gubernur jika itu akan menyakiti hati masyarakat. Apa kalian sengaja begini biar Pak Gub yang salah?” ujarnya.

Faridawaty juga mempertanyakan profesionalitas pihak terkait karena sebelumnya proposal diminta dilengkapi sesuai batas waktu yang telah ditentukan. Bahkan ia mengaku siap membeli hewan kurban secara pribadi, namun tetap menilai tindakan tersebut memalukan dan tidak amanah.

“Saya akan beli hewan secara pribadi, tetapi perbuatan ini tidak profesional dan memalukan. Awas aja jika proposal yang masuk dipakai untuk pertanggungjawaban,” tegasnya.

Menurut Faridawaty, selama ini Gubernur Kalimantan Tengah dikenal peduli terhadap masyarakat sehingga ia meyakini persoalan tersebut bukan berasal dari kebijakan gubernur secara langsung. Karena itu, ia meminta adanya pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga mencatut nama gubernur dalam proses penyaluran bantuan tersebut. (MARINI/H)