PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. atau SSMS menetapkan sisa laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp360,69 miliar, atau sekitar 31,08 persen dari total laba bersih, sebagai cadangan lainnya. Langkah ini diambil untuk memperkuat saldo laba ditahan Perseroan sekaligus mendukung kebutuhan pengembangan usaha di masa mendatang.

Dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST baru-baru ini, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali Rimbun Situmorang sebagai Komisaris Perseroan. Keputusan tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan serta memastikan fungsi pengawasan perusahaan tetap berjalan efektif dan konsisten.

Direktur Utama SSMS, Jap Hartono, menegaskan bahwa perusahaan terus memperkuat tata kelola keberlanjutan. Menurutnya, komitmen ini diwujudkan melalui penerapan sistem ketertelusuran (traceability), praktik perkebunan berkelanjutan, serta kepatuhan terhadap standar sertifikasi nasional maupun internasional seperti RSPO dan ISPO.  

“Upaya ini tidak hanya memastikan kepatuhan regulasi, tetapi juga memperkuat posisi SSMS sebagai produsen sawit yang bertanggung jawab dan kompetitif di pasar global,” ujar Jap Hartono dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan, keberlanjutan menjadi fondasi utama bagi perusahaan dalam menghadapi tantangan industri sekaligus menjawab tuntutan konsumen internasional.

SSMS menilai bahwa penguatan tata kelola berkelanjutan akan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, petani mitra, serta masyarakat sekitar perkebunan. Dengan demikian, perusahaan berharap dapat menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan tanggung jawab sosial maupun lingkungan.

Melalui kombinasi strategi keuangan yang hati-hati dan komitmen pada keberlanjutan, SSMS menegaskan posisinya sebagai salah satu perusahaan sawit nasional yang siap menghadapi dinamika industri global. Keputusan RUPST ini sekaligus menjadi sinyal konsistensi perusahaan dalam membangun masa depan yang lebih hijau dan berdaya saing. (TESTI PRISCILLA/H)