PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Petani atau NTP Provinsi Kalimantan Tengah pada Mei 2026 mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut menunjukkan daya tukar hasil produksi pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun biaya produksi petani semakin membaik.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, menyampaikan NTP Kalimantan Tengah pada Mei 2026 tercatat sebesar 139,72 atau naik 0,21 persen dibandingkan April 2026 yang berada pada angka 139,43.

Menurut Maria, peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) mengalami kenaikan sebesar 1,66 persen. Kenaikan tersebut lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang naik sebesar 1,45 persen pada periode yang sama.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan yang diterima petani dari hasil penjualan produk pertanian masih lebih besar dibandingkan kenaikan pengeluaran yang harus mereka tanggung,” kata Maria saat menyampaikan rilis resmi BPS pada Selasa, 2 Juni 2026.

Ia menjelaskan, kenaikan NTP terutama didorong oleh membaiknya kinerja subsektor tanaman pangan yang meningkat 2,99 persen. Selain itu, subsektor tanaman perkebunan rakyat juga mengalami kenaikan sebesar 0,08 persen.

Maria menuturkan, sejumlah komoditas utama menjadi faktor pendorong peningkatan tersebut. Harga gabah, jagung, dan karet mengalami kenaikan selama Mei 2026 sehingga memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan petani di Kalimantan Tengah.

"BPS berharap perkembangan positif NTP ini dapat terus terjaga melalui stabilitas harga komoditas pertanian dan dukungan terhadap produktivitas petani," katanya.

Dengan demikian, kesejahteraan petani sebagai salah satu pilar perekonomian daerah dapat terus meningkat seiring membaiknya kondisi sektor pertanian dan perkebunan.(TESTI PRISCILLA/H)