PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Rumah Tahanan (Rutan) Palangka Raya terus berinovasi dalam menjalankan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Salah satu terobosan yang dikembangkan adalah budidaya maggot, sebuah kegiatan yang tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan produktif, tetapi sekaligus menjadi solusi efektif pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan.

Program ini menjadi bagian nyata dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertata, mandiri, dan berkelanjutan di dalam lingkungan rutan.

Kepala Rutan Palangka Raya, Aditya Jatari, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai bentuk pembinaan yang menyeluruh.

Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan kerja semata, tetapi juga bertujuan menanamkan kesadaran mendalam mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup kepada seluruh warga binaan.

“Budidaya maggot ini mengajarkan satu nilai penting, yaitu bahwa sesuatu yang awalnya dianggap sampah atau tidak bernilai, ternyata bisa diolah dan dimanfaatkan menjadi sumber manfaat yang besar," katanya, Sabtu, 6 Juni 2026.

Melalui program ini, kami ingin membentuk karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang produktif, kreatif, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Harapannya, keterampilan dan pola pikir positif yang diperoleh selama di dalam dapat menjadi bekal berharga saat mereka kembali berbaur di tengah masyarakat nanti.

Lebih dari sekadar kegiatan pelatihan keterampilan, budidaya maggot di Rutan Palangka Raya telah membentuk siklus pengelolaan sumber daya yang terintegrasi dan berkelanjutan. Sampah organik yang berasal dari dapur rutan dimanfaatkan sepenuhnya sebagai pakan maggot.

Selanjutnya, maggot yang dipanen digunakan untuk mendukung program budidaya ikan lele, sedangkan residu atau limbah sisa penguraian diolah menjadi pupuk organik untuk menyuburkan tanaman.

"Pola kerja ini menciptakan sistem yang efisien dengan konsep zero waste atau tanpa limbah, di mana hampir seluruh hasil dari setiap proses dapat dimanfaatkan kembali secara maksimal," pungkasnya. (PATHUR/H)