BORNEONEWS, Sampit – Perum Bulog Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) meningkatkan kapasitas penyimpanan beras dengan menambah sejumlah gudang guna menampung seluruh stok beras yang ada. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyerapan gabah hasil panen petani dapat berlangsung secara optimal sesuai instruksi pemerintah.
Kepala Perum Bulog Cabang Kotawaringin Timur, Muhammad Azwar Fuad, menyampaikan pihaknya telah menambah gudang sehingga untuk gudang sewa itu ada tiga.
"Sesuai instruksi, Bulog memang diperintahkan menyerap sebanyak-banyaknya gabah hasil panen petani, makanya perlu gudang yang memadai,” ujar Fuad di Sampit, Sabtu, 6 Juni 2026.
Menurutnya, Bulog memiliki dua gudang utama yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman dan MT Haryono dengan kapasitas penyimpanan gabah dan beras sebanyak 4.500 ton. Namun, saat ini stok beras yang ada telah mencapai 7.200 ton sehingga diperlukan tambahan ruang penyimpanan untuk menjaga kualitas dan stok beras.
“Tahun ini Bulog Kotawaringin Timur mendapat target minimal menyerap 16.000 ton gabah kering panen (GKP) dari petani di wilayah kerja termasuk Kabupaten Kotawaringin Timur, Katingan, dan Seruyan. Kami menyewa tiga gudang di Jalan Samekto, Remiling, dan Wengga Metropolitan. Dari ketiga, gudang di Wengga Metropolitan memiliki kapasitas paling besar, sekitar 2.000 ton beras,” tambahnya.
Bulog diinstruksikan untuk menyerap gabah sebanyak-banyaknya guna mendukung petani sekaligus mengamankan stok beras menghadapi musim kemarau dan potensi pengaruh El Nino yang dapat berdampak pada produksi pertanian.
“Bulog akan menyerap berapapun hasil panen petani. Dengan gudang yang ada, kami yakin semua hasil serapan gabah dan beras bisa ditampung dengan baik sehingga ketahanan stok beras selalu terjaga,” ungkap Fuad.
Apabila gudang yang sudah ada penuh, Fuad menuturkan,, maka kemungkinan solusinya yaitu menambah gudang sewa lagi, atau pemerataan stok dengan mendistribusikan ke gudang-gudang lain di wilayah Kalimantan Tengah seperti ke Bulog Pangkalan Bun, Palangkaraya, Buntok, dan Muara Teweh.
Ia juga menyoroti pentingnya serapan gabah dalam memengaruhi inflasi dan perekonomian masyarakat. Harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen terbaru sebesar Rp6.500 per kilogram dinilainya menguntungkan petani karena dapat menjaga stabilitas pendapatan mereka dan mengurangi dampak kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Khusus di Kotawaringin Timur, Bulog sudah menyerap 3.500 ton gabah kering panen dari petani di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, yang merupakan salah satu daerah lumbung padi utama. Bila dihitung dengan HPP Rp6.500 per kilogram, uang yang telah mengalir ke masyarakat mencapai Rp22.750.000.000, yang pasti meningkatkan perputaran ekonomi daerah tersebut,” jelas Muhammad Azwar Fuad.
Selain itu, Bulog Kotawaringin Timur juga diinstruksikan untuk memperkuat penjualan beras Sistem Pengelolaan Hama dan Penyakit (SPHP) guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dan menjaga harga beras di pasaran tetap stabil.
“Kami bersama pemerintah daerah juga diminta proaktif melakukan pengawasan dengan inspeksi mendadak atau sidak ke pasar terkait penjualan sembako yang melebihi harga eceran tertinggi (HET),” tambah Fuad.
Melalui upaya ini, Bulog Kotawaringin Timur berkomitmen mendukung stabilitas pangan dan ekonomi daerah dengan menjamin ketersediaan dan keterjangkauan beras demi masyarakat yang sejahtera. (DEVIANA/y)









