LAMANDAU –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Sumber Mulya Festival ke-4 Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga diarahkan sebagai ruang pengembangan potensi desa serta penguatan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku UMKM dan generasi muda.

Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid, mengatakan bahwa kegiatan berbasis masyarakat seperti ini memiliki nilai lebih karena tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa. 

“Festival seperti ini bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan potensi desa, memperkuat peran generasi muda, serta mendorong pertumbuhan UMKM di tingkat lokal,” ujarnya, Kamis, 11 Juni 2026

Kegiatan yang digelar di Desa Sumber Mulya, Kecamatan Bulik, Selasa, 9 Juni 2026 tersebut menampilkan berbagai atraksi seni budaya, Grebeg Gunungan, Festival Jaranan Satrio Budoyo, Pengajian Akbar Lamandau Bersholawat, hingga Festival Lampion.

Dalam kesempatan itu, Abdul Hamid menegaskan secara tidak langsung bahwa pengembangan festival berbasis desa perlu terus diperkuat agar mampu menjadi daya tarik wisata dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Menurut Abdul Hamid, semangat gotong royong masyarakat menjadi modal penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut sekaligus mendorong pembangunan berbasis potensi lokal. 

“Ini menunjukkan kuatnya kebersamaan masyarakat dalam membangun desa dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang semakin kreatif dan mampu menarik minat wisatawan dari luar daerah.

"Saya berharap Sumber Mulya Festival dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam menggali potensi lokal, memperkuat budaya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif dan UMKM." Tutupnya ( NATALIA KRISTIN/y)