PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pentas seni dan budaya yang menampilkan hasil pembinaan warga binaan pemasyarakatan se-Kalimantan Tengah resmi dibuka di Terminal Keberangkatan Bandara Tjilik Riwut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program In Journey Airports Community Upskilling for Aviation, hasil kerja sama antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalteng dengan PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut.

Acara pembukaan dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalteng, Hensah, dan dihadiri oleh jajaran manajemen bandara, pejabat pemasyarakatan, serta para penumpang dan pengunjung yang turut menyaksikan penampilan tersebut.

General Manager PT Angkasa Pura Bandara Tjilik Riwut, I Made Dermawan, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin. Menurutnya, kerja sama ini menjadi wujud nyata memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat.

“Terima kasih kepada Kepala Kantor Wilayah beserta jajaran atas partisipasi dan kolaborasi yang terjalin. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dampak positif yang harus kami hadirkan bagi masyarakat melalui kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki potensi,” ujarnya, Senin, 15 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa Bandara Tjilik Riwut tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi ruang publik yang terbuka untuk kegiatan sosial, budaya, dan pemberdayaan sesuai visi InJourney Group membangun ekosistem pariwisata yang kuat.

Sementara itu, Hensah menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada warga binaan untuk menampilkan karya dan bakat mereka di hadapan masyarakat luas.

Langkah ini dinilai sangat mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan agar dapat kembali berperan aktif di tengah masyarakat setelah masa pembinaan selesai.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk turut meramaikan dan mendukung berbagai kegiatan positif di Bandara Tjilik Riwut. Bandara merupakan representasi kemajuan suatu daerah sehingga sudah sepatutnya menjadi ruang yang hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Hensah.

Dalam kesempatan tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia juga menyerahkan bantuan senilai Rp 10 juta untuk mendukung program peningkatan keterampilan warga binaan.

Usai seremoni, pengunjung disuguhkan penampilan Tari Mandau dari warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya serta pertunjukan musik dari grup band warga binaan Lapas Kelas IIA Palangka Raya.

"Ke depannya, kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan pada hari-hari dengan aktivitas penerbangan tinggi, sekaligus menampilkan berbagai produk kerajinan dan hasil usaha mikro yang dibuat oleh warga binaan sebagai bagian dari pembinaan yang berkesinambungan," pungkasnya. (PATHUR/H)