SERUYAN –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Dinas Perikanan Kabupaten Seruyan melaksanakan kegiatan penentuan titik lokasi Kawasan Nelayan dan Masyarakat Pesisir (KNMP) di wilayah Desa Sungai Bakau dan Desa Sungai Undang sebagai bagian dari upaya mendukung Program Ekonomi Biru Indonesia yang dicanangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2026.

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Seruyan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengukuran dan pemetaan langsung di lapangan. Tim teknis Dinas Perikanan menggunakan peralatan berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS) Geodetik yang didukung Sistem Informasi Geospasial (GIS) untuk menghasilkan data yang akurat dan terintegrasi.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Seruyan, Taufik Kurrahman, mengatakan bahwa penentuan lokasi KNMP merupakan tahap awal yang sangat penting dalam mendukung perencanaan pembangunan kawasan pesisir yang lebih terarah dan berbasis data.

“Data yang dihasilkan akan menjadi fondasi bagi berbagai kebijakan lanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga Desa Sungai Bakau, Desa Sungai Undang, dan seluruh wilayah pesisir Kabupaten Seruyan,” ujarnya.

Menurut Taufik, pemanfaatan teknologi dalam proses pemetaan menjadi salah satu kunci untuk memastikan setiap program yang disusun pemerintah dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat nelayan.

“Melalui pendekatan berbasis data dan teknologi, diharapkan sektor kelautan dan perikanan di daerah ini dapat tumbuh maju, adil, dan lestari untuk generasi mendatang,” katanya.

Dengan adanya penetapan lokasi KNMP yang jelas dan terdokumentasi, Pemerintah Kabupaten Seruyan akan lebih mudah menyusun berbagai program pembangunan yang terukur dan efektif.

Program tersebut mencakup penyediaan fasilitas penunjang usaha perikanan, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, hingga peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat nelayan.

Langkah ini juga sejalan dengan visi Program Ekonomi Biru yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. (FAHRUL/H)