BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Hujan di Pangkalan Bun umumnya terjadi pada siang hari yakni antara jam 13.00 hingga jam 18.00 WIB. Perkiraan itu berdasarkan rata-rata curah hujan selama 30 tahun yang ada di Stasiun Meteorologi Iskandar Pangkalan Bun.
"Rata-rata frekuensi kejadiannya adalah 20-30% tiap bulannya dengan frekuensi tertinggi dapat mencapai 45% pada Desember. Sedangkan frekuensi hujan terendah yaitu 16% pada bulan Agustus," jelas Ria Rosanti selaku forecaster atau prakirawan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kobar, Jumat (6/1/2017).
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa hujan yang terjadi di wilayah Pangkalan Bun berasal dari awan-awan badai (konvektif). "Ini terjadi akibat adanya pemanasan yang tinggi di pagi hari sehingga membuat penguapan dan pembentukan awan akan menjadi cepat di siang dan sore hari," jelasnya.
Awan tersebut lanjutnya, akan menjadi awan badai seperti jenis Cumulonimbus atau yang dikenal sebagai awan Cb. "Awan ini sangat berbahaya bagi aktivitas manusia. Karena dapat menimbulkan hujan lebat mendadak, badai guntur dan kilat, hujan es, serta angin kencang dan puting beliung," ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-2)








