KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Pemerintah Kabupaten Seruyan melalui Dinas Kesehatan menggelar rapat koordinasi pembentukan Tim Penggerak Kesehatan Jiwa Masyarakat sebagai upaya memperkuat pelayanan dan penanganan kesehatan jiwa di daerah.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, dr. Bahrun Abbas, dan diikuti oleh 26 perwakilan lintas sektor terkait. Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan, Kamis, 18 Juni 2026.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan, Ruspandian Noor, mengatakan bahwa pembentukan tim ini bertujuan mengoptimalkan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif di bidang kesehatan jiwa. Selain itu, tim juga diharapkan mampu memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Seruyan.

“Melalui pembentukan Tim Penggerak Kesehatan Jiwa Masyarakat ini, diharapkan koordinasi antarinstansi semakin kuat sehingga pelayanan dan pendampingan terhadap ODGJ dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) merupakan individu yang mengalami gangguan pada pikiran, perilaku, dan perasaan yang ditunjukkan melalui gejala atau perubahan perilaku yang bermakna, sehingga menimbulkan penderitaan maupun hambatan dalam menjalankan fungsi kehidupannya.

Menurut Ruspandian, siapa pun berpotensi mengalami gangguan kesehatan jiwa. Namun hingga saat ini, ODGJ masih sering menghadapi berbagai stigma dan mitos yang berkembang di tengah masyarakat.

“Stigma negatif terhadap ODGJ tidak hanya berdampak pada kesejahteraan mereka, tetapi juga dapat menghambat proses pemulihan dan akses terhadap layanan kesehatan yang layak,” katanya.

Sementara itu, Plh Sekda Seruyan dr. Bahrun Abbas menyambut baik pembentukan Tim Penggerak Kesehatan Jiwa Masyarakat tersebut.

Ia berharap tim yang nantinya terbentuk dapat bekerja secara efektif dan terintegrasi dalam menangani berbagai persoalan kesehatan jiwa di Kabupaten Seruyan.

Menurutnya, keterlibatan berbagai sektor menjadi faktor penting dalam mendukung program kesehatan jiwa yang berkelanjutan, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan inklusif bagi ODGJ. (FAHRUL/y)